Programming

Explain about J2ME, PHP, HTML, CSS, Delphi, C++, C#, Pascal, etc.

eBook

Free Download Ebook

Software

Gratis Download Software Premium

Artikel

Berbagi ilmu dan informasi seputar dunia komputer

Fans Page

Bergabunglah di halaman facebook kami

Senin, 12 Desember 2011

Manfaat Jaringan komputer





Ayo kita bersama-sama belajar pentingnya mengenal dan memahami manfaat jaringan komputer. Tanpa kita sadari ketika kita sedang di warnet atau pun internetan di kampus menggunakan hotspot, kita adalah penguna dari sebuah sistem jaringan komputer.


Timbul pertanyaan di benak kita seberapa pentingnya kah kita harus mempelajari jaringan komputer? Jawabannya tentu bisa kita lihat dari manfaat yang kita dapat dari sebuah jaringan komputer itu sendiri.


Jaringan komputer adalah kumpulan sejumlah peripheral yang terdiri dari beberapa perangkat komputer, prinet, LAN Card, dan peralatan lain yang saling terintegrasi satu sama lain. Nah, dengan demikian kita dapat saling tukar menukar data atau infomasi dengan mudah dan dalam Waktu tempo yang sesingkat-singkatnya eh.... dalam waktu singkat dan cepat.


Untuk sekedar pengetahuan rekan-rekan sekalian bahwasanya banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh apabila komputer kita terhubung dengan jaringan. Antara lain ialah:

· Dapat saling berbagi (Sharing) pemakaian file data dengan komputer teman kita.
· Tukar menukar data antar komputer dapat kita lakukan dengan super cepat.
· Memungkingkan kita dapat menggunakan sebuah printer yang terhubung dengan jaringan secara         bersama-sama dalam area jaringan. Contohnya seperti di warnet-warnet kawasan Indonesia dan sekitarnya.
· Lebih menghemat biaya.
· Efisiensi kerja menjadi meningkat.
· File-file data kita dapat lebih terpelihara dan dapat diproteksi.
· Kinerja sistem dapat kita tingkatkan sesuai dengan beban pemakaian komputer di jaringan. Kita hanya cukup menambah kemampuan processor jika membutuhkan peningkatan kinerja.

Mungkin itu beberapa dari sekian banyak sekali manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh dari jaringan komputer.

KONSEP DASAR PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK (OOP)


Pemrograman berorientasi objek menerapkan konsep berikut:

Kelas – kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh : “Class Of Car” adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam ciri/perilaku/turunan dari mobil. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemograman berorientasi objek. Sebuah objek secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah kelas sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program atau sebaliknya.

Objek – membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer, objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.

Abstraksi – kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Semua objek dalam sistem melayani sebagai model dari “pelaku” abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.

Enkapsulasi – memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.

Polimorfisme – melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesan tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan “gerak cepat”, dia akan menggerakan sayapnya dana terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakiny dan berlari. Keduanya menjawab pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemapuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tunggal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas pertama.

Inherintans – mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada. Objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa harus mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis objekridak selalu memiliki inheritans).



Dengan menggunakan OOP (Object Oriented Programming) maka dalam melakukan suatu masalah kita tidak dapat melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut.